03/05/2012

Kebahagiaan ala Jagung Bakar Tanggul Patompo Makassar

(catatan kecil pada HARDIKNAS 2012)
 Kebahagiaan ala Jagung Bakar Tanggul Patompo Makassar. Jagung bakar adalah salah satu makanan favorit warga Kota Makassar dan mungkin juga di kota dan desa lain, apalagi dengan sambel manis-manis pedas. Suasana sore di sekitar taman Tanjung Bunga Makassar, kira-kira 3 km dari Trans Studio Makassar. Pas pertigaan Tanggul Patompo Makassar, Anda akan menemui penjual Jagung Bakar (JB) yang ramah, tempat yang sejuk dan pastinya Jagung bakarnya yang “ma’nyos". Menikmatinya mungkin semua orang bisa, cukup dengan 3 ribu rupiah, jagung bakar ma'nyos siap disantap.

Lalu, apa yang khas dengan jagung bakar hari ini? kaan, hampir setiap sudut jalan bisa ditemukan penjual JB. Inilah cerita singkat salah satu keunikan JB tanggul Patompo. Bukan karena kebesaran Patompo, Mantan Walikota Makassar, yang konon waktu pemerintahannya, sangat memperhatikan fasilitas publik, khususnya kenyamanan pengguna jalan raya. Katanya, kalau ada lubang di jalan raya maka tidak kurang dari satu minggu akan segera ditutupi.hmmm,. hal yang sangat kontras dengan kondisi sekarang. yang bahkan ada jalan lebih lama rusaknya daripada baiknya.Misalnya jalan berlubang selama 3 bulan, diusulkan anggaran perbaikan dan dibahas (lag) minimal 3 bulan, Setelah itu ditender bala..bla..bla... diperbaiki jalannya. Setelah diperbaiki hujan pun datang dan jalanannya tidak sampai sebulan rusak lagi..... sudahlah... mending kita bicara jagung bakar daripada bicara soal yang begitu-begitu, bikin 'mumet' kata teman saya.

Kembali ke masalah jagung bakar :)
Saya sendiri sering melawati Tanggul Patompo, dan belum pernah mencicipi JB. Hingga diajak oleh teman yang baik hati dan periang, sebut saja namanya 'Uhira" bukan nama samaran :). Sejak sebulan yang lalu rencana mencicipi JB yang katanya 'nikmat' dan 'gurih' dan sekitar jam 5 sore, Rabu bertepatan HARDIKNAS 2 mei 2012, terjadi perpotongan waktu luang dan niatan menikmati JB terlampiaskan sudah. 
 
Selama menikmati JB yang benar-benar nikmat, plus 'daeng' panjual JB yang sesekali bercanda. Dalam perbincangan ringan, Uhira bertanya-tanya kenapa belakangan saya mudah marah, emosional, padahal mestinya semakin dewasa semakin bisa mengontrol emosi, katanya sambil tersenyum. Sayapun berandai-andai, yaa mungkin karena terlalu sibuk, banyak aktifitas di kampus dan di tempat kerja, sehingga akumulasi dari kesibukan tersebut menimbulkan kelelahan yang amat, dan akhirnya terjadi “stress” atau tekanan emosional. Bla..bla..bla….#$%^*&

Ada banyak cerita dan kisah yang telah dishare, dari pengalaman audisi putri daerah, pengalaman di tempat kerja, khususnya jam kerja , Rekreasi akhir pekan, Bisnis Travel, Kasus bakteri perusak Otak dalam makanan cepat saji KFC, Film Indie hingga telepon dari Rahul Khan. Maklum Uhira adalah penggemar kelas berat film India. :) peace…..

Salah satu cerita yang membuatnya terasa terhibur dan bahagia adalah cerita tentang “Leisure time” “waktu senggang” “waktu santai”. Leisure time adalah salah satu instrumen kesejahteraan yang paling mutakhir. Setelah Armatya Zen menerima Nobel Ekonomi. Dengan fokus pada kajian kemiskinan dan kesejahteraan negara berkembang. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dengan memasukkan tingkat harapan hidup dan leisure time didalamnya adalah salah satu kontribusinya.
Namun ketertarikan Uhira dan kebahagiaan yang dirasakan bukan karena teori penerima Nobel, tetapi ungkapan bahwa “ kebahagiaan bisa ditemukan di dalam diri sendiri” dia tidak sama dengan kebahagiaan yang diperoleh di akhir pekan ditempat karaoke’ di taman bermain, tempat rekreasi dan lain-lain, tapi behagia ada dan bersemayam dalam lubuk hati yang paling dalam…. Gubrak….. sweeeet,. Katanya. :) sambil tertawa lepas. Cerita selanjutnya adalah kehidupan Warga Andorra. Yang mempunyai tingkat harapan hidup tertinggi di dunia, dengan rata-rata 84 tahun. BBC pernah melaporkan bahwa, lifestyle warga Andorra yang vegetarian dan menghindari konflik, dan jam kerja yang relatif kurang merupakan faktor penyebab tingkat harapan hidup warga Andorra yang tinggi.
Kerja dan dunia kerja adalah kosakata yang sering dikaitkan dengan eksekutif muda yang sibuk, Bekerja mencari nafkah untuk menggapai kebahagiaan adalah kemuliaan, apalagi untuk investasi akhirat. Tetapi jika waktu santai harus direnggut di ruang kerja 8 jam perhari bahkan lebih, kemudian upah dihabiskan di ruang karaoke, di bar, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang katanya bisa menghilangkan penat dan seterusnya…., setelah itu benarkah bahagia bisa direngkuh. Lihat review “kesenangan yang terbeli”.
½ jam hampir berlalu, dan transfer pengetahuan, sharing wawasan berlangsung dengan singkat sederhana, berkesan dan membumi. Hal yang sangat saya mimpikan terjadi diruang-ruang kelas, ruang kuliah, interaksi belajar yang singkat, sederhana dan berkesan.
Apapun media dan caranya meraih kebahagian, bagi saya “kebahagiaan itu sederhana dan tidak mahal” , sederhana seperti menghirup udara segar dipagi hari , atau menikmati cahaya rembulan dimalam hari. Ia inheren dalam diri kita. Ia sederhana, sesederhana menyajikan jagung bakar. :) . 1 lagi daeng Jagung bakarnya………………..
Dari kedai Jagung Bakar Tanggul Patompo,
kami ucapkan jayalah Pendidikan Indonesia, selamat Hardiknas 2012.

0 comments: